Pelaku koperasi Bangka Belitung studi banding ke Salatiga
Para pelaku Koperasi dan UMKM Kabupaten Bangka Belitung, Babel mengadakan studi banding ke Salatiga, Jawa Tengah untuk memperdalam pengetahuan koperasi dan UMKM, terutama koperasi tahu tempe di Salatiga, Rabu (1/6).
Elshinta.com - Para pelaku Koperasi dan UMKM Kabupaten Bangka Belitung, Babel mengadakan studi banding ke Salatiga, Jawa Tengah untuk memperdalam pengetahuan koperasi dan UMKM, terutama koperasi tahu tempe di Salatiga, Rabu (1/6). Dalam hal ini Koperasi Tahu Tempe Indonesia (Kopti) Handayani yang menjadi tujuan.
Plt Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Bangka Belitung Adnizar menjelaskan, dengan studybanding ini diharapkan bisa memajukan koperasi dan UMKM di Bangka Belitung mengingat Kopti Handayani sudah melangkah jauh dalam pengembangan koperasi tahu dan tempe dan distribusi kedelai. Menurut Adnizar koperasi merupakan ekonomi kerakyatan yang dapat menopang perekonomian dengan mengembalikan mekanisme pasar ke koperasi karena harganya bisa dikendalikan oleh rakyat sendiri bukan pengusaha.
"Mekanisme pasar jika dikembalikan ke koperasi maka harga pasar bisa dikendalikan karena tidak ditentukan oleh pengusaha. Ini mestinya koperasi bisa mengambil peran dalam penguatan ekonomi kerakyatan," jelasnya.
Sementara itu Ketua Kopti Handayani Sutrisno Supriantoro menyambut baik atas kunjungan para pelaku koperasi dan UMKM Kabupaten Bangka Belitung ini. Pihaknya berharap ada kerjasama ke depanya.
"Bisa saja kami akan kirim kedelai ke Bangka Belitung sebaliknya dari Bangka Belitung kirim lada untuk dipasarkan di Salatiga. Koperasi tahu dan tempe di Salatiga sudah berjalan baik dan kami juga dipercaya pemerintah mendistribusikan subsidi kedelai agar pelaku usaha tahu dan tempe dapat bertahan karena sebelumnya harga kedelai memang mahal," ujarnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Pranoto.